Selasa, 01 April 2008

Terbanyak, Kasus Hernia Inguinal

Bogor, Jurnal Bogor

Di Kota Bogor, pasien terbanyak untuk kasus hernia adalah hernia inguinal. Hernia inguinal merupakan hernia yang terletak di daerah buah zakar. Meski begitu, jenis hernia yang lain juga ada di bagian tubuh lain seperti puser (umbilical), femoral dan diafragma.

Gejala awal munculnya hernia inguinal adalah ketika ada pembengkakan pada buah zakar. Bengkaknya bisa keluar dan masuk. “Karena sifatnya yang tidak tetap, maka kadang hernia jenis ini diabaikan,” kata Dr. Heru Pranata dari Rumah Sakit Salak kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Bagi sebagian masyarakat, istilah hernia inguinal memang terdengar sedikit aneh, namun yang popular di telingan masyarakat adalah turun berok. Turun berok terjadi karena ada saluran berbentuk pipa yang semula berfungsi sebagai perantara jaringan usus ke buah zakar, menjadi terhambat. Saluran yang bernama Canalies Engoienalies itu memiliki cincin yang berfungsi sebagai kontrol usus dan pembuluh darah.

Selain cincin, terdapat isi dalam hernia. Ada usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum). Bila ada bagian yang lemah dari lapisan otot dinding perut, maka usus dapat keluar ke tempat yang tidak seharusnya, yakni bisa ke diafragma (batas antara perut dan dada), bisa di lipatan paha, atau di pusar.

“Ketika usus masuk ke dalam zakar, maka muncul pembengkakan,” tutur Heru. “Namun, bila ususnya masuk lagi ke dalam organ perut, buah zakarnya akan mengecil,” jelasnya.
Pembengkakan yang diakibatkan oleh terjepitnya pembuluh darah pada buah zakar itu, disebabkan oleh tidak adanya suplai makanan yang masuk ke dalam buah zakar, serta tersumbatnya pembuluh darah.

Umumnya hernia tidak menyebabkan nyeri. Namun, akan muncul bila bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Infeksi akibat hernia menyebabkan penderita merasakan nyeri yang hebat, dan infeksi tersebut akhirnya menjalar dan meracuni seluruh tubuh. “Kalau sudah begitu, maka harus dioperasi,” tandasnya.

Padahal, gejala awal turun berok bisa dideteksi. Mulanya penderiketa mengeluhkan benjolan yang ada di lipatan paha. Benjolan itu timbul ketika berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Tapi benjolannya hilang ketika penderitanya berbaring.

Kebiasaan warga yang sering menunda-nunda pemeriksaan juga menjadi faktor utama meradangnya hernia itu. “Orang biasanya mengunjungi dokter kalau keadaannya sudah parah,” tukas Heru.

Hernia dapat terjadi pada siapa saja, baik itu bayi yang baru lahir, anak kecil, remaja maupun orang tua. Pada bayi atau anak-anak, turun berok sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering turun berok adalah bayi atau anak laki-laki.

Pada orang dewasa, turun berok terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut yang disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya tekanan dalam perut yang meningkat karena batuk yang kronik, susah buang air besar, adanya pembesaran prostat, serta orang yang sering mengangkut barang-barang berat.

Sedangkan, lanjutnya lagi, turun berok akan terus meningkat sesuai dengan penambahan umur. Sehingga semakin renta usia, resiko turun berok juga meningkat. “Biasanya berusia lima puluh tahun keatas,” jelas Heru.

Ummu R. Siregar

Tidak ada komentar: