Senin, 31 Maret 2008

Deteksi Hernia Sejak Dini

Bogor, Jurnal Bogor

Secara medik, hernia merupakan sebutan bagi usus yang memasuki area organ tubuh manusia. Tidak hanya di kantung zakar, di seluruh organ manusia yang dirasupi usus, disebut hernia.

Meski begitu, banyak warga yang memahami penyakit hernia merupakan penyakit yang disebabkan oleh masuknya usus ke dalam buah zakar. Hal itu tidak salah, namun, terdapat beberapa macam hernia yang patut diketahui seperti umbilical, femoral dan diafragma.

Secara sederhana, usus harusnya berada pada tempatnya, namun ketika terjadi pergesekan akibat genetik, pekerjaan yang berat, kurang istirahat atau usia yang semakin renta, mempengaruhi fungsi usus dan organ tubuh manusia.

Termasuk hernia inguinal (turun berok). Masyarakat yang menyatakan bahwa setiap kasus hernia harus dioperasi adalah tidak benar. Kasus turun berok baru dioperasi. Kalau jaringannya masih bisa dimasukkan kembali, maka yang perlu dilakukan adalah dengan menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi usus yang telah direposisi.

Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis. Tapi, kalau sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang dilakukan adalah dengan operasi.

Turun berok terjadi akibat adanya lubang pada otot rongga perut, sehingga bagian lunak yang ada di dalamnya akan keluar dan membentuk suatu benjolan. Hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena turun berok dapat segera diatasi melalui jalur operasi.

Dokter Heru Pranata, dari Rumah Sakit Salak mengatakan, bahwa cara termudah mendeteksi turun berok adalah dengan melakukan metode pendeteksian turun berok sendiri.

“Kalau pada bayi, bisa dilihat ketika dia menangis,” tutur Heru, kemudian menambahkan lagi bahwa ketika menangis, otot perut bayi akan kencang dan menegang. “Pada saat itulah dilakukan deteksi dengan melihat buah zakar bayi,” lanjut dia.

Namun, metode itu dilakukan bagi penderita hernia inguinal saja. Sedangkan penderita hernia lainnya seperti umbilical atau ada pembengkakan di pusar bayi, metode deteksinya cukup dengan melihat kondisi pusar bayi ketika mengejan atau menangis.

Akan tetapi, lanjutnya lagi, bagi orang dewasa yang menderita hernia inguinal atau turun berok, maka deteksinya sederhana. Bisa dilakukan di depan cermin atau dengan melihat sendiri kea rah buah zakar.

Caranya adalah pertama, dengan menutup kedua hidung sehingga tidak ada udara yang masuk. Selanjutnya letakkan pergelangan tangan di mulut. Fungsinya untuk membantu simulasi sulit bernafas, dan posisinya seperti sedang meniup balon.

“Seketika itu, usahakan meniup lengan dengan kencang dan kekuatan penuh,” papar Heru. Simulasi itu menyerupai tegangnya otot perut bayi yang sedang menangis. “Kalau sudah begitu, akan kelihatan apakah seseorang mengalami turun berok atau tidak,” jelasnya.

Sebab, tekanan itu bisa mendorong tekanan dalam perut, sehingga usus akan masuk ke dalam canalies. Sehingga buah zakar yang bermasalah, akan membesar. “Dan kalau sudah ada gejala seperti ini, segera konsultasikan kepada dokter,” tegasnya.

Ummu R. Siregar

1 komentar:

Rudi D. Sukmana mengatakan...

ya eyalaaahhh.. cum, selamat ya udah bisa bikin blog sendiri.

muat tentang sipilis dan rajasinga dong.. hiii.. sereummm...