Bogor, Jurnal Bogor
Mata adalah jendela hati. Ungkapan ini yang cocok bagi Klinik Ijo Medika. Klinik Iridologi pertama di Kota Bogor itu memberikan metode terbaru dalam mendeteksi seluruh organ tubuh manusia melalui mata.
Inge Leanny, salah satu dokter di Klinik Ijo Medika, mendefinisikan metode pemeriksaan organ tubuh yang menggunakan alat Iridologi. Menurut dia, Iridologi merupakan analisa kesehatan melalui Iris Mata (pelangi mata) dengan cara melihat lingkaran hitam mata.
Menurut dia, lingkaran hitam yang ada di antara Sklera dan Pupil mata itu, memiliki 28.000 serabut syaraf yang tersambung dengan organ bagian dalam tubuh manusia. “Hanya lewat mata, orang bisa terdeteksi kena penyakit apa saja,” tukas Inge.
Di Kota Bogor, lanjut dia, penyakit yang umumnya terdeteksi adalah gangguan pencernaan, kolestreol dan stress. Meski begitu, penyakit lain seperti ginjal, paru-paru, indung telur dan saluran kencing, juga kerap terdeteksi.
“Rata-rata organ tubuh manusia terdiri dari dua bagian,” jelas Inge. Hanya saja, lanjutnya lagi, organ tubuh itu memiliki fungsi saling mendukung satu sama lain. Sehingga ketika mengalami gangguan atau cacat sedikit saja, efeknya bisa sampai ke organ lain.
“Itulah alasan mengapa pengambilan gambar Iris Mata, harus dilakukan pada kedua mata pasien,” paparnya. Mata yang akan dideteksi itu tidak harus melewati tahapan atau perawatan tertentu. “Cukup datang, duduk dan langsung difoto saja,” tukasnya.
Mekanisme pengambilan gambar iris mata itu, lanjut Inge, tidak membutuhkan waktu lama. Pasien hanya butuh beberapa detik untuk diam sejenak, kemudian sebuah alat mirip mikroskop akan didekatkan ke mata, dan seketika itu pengambilan gambarpun dilakukan.
“Pasien tidak merasa sakit atau nyeri,”papar Inge. Hanya saja, lanjut dia, sedikit kaget karena ada cahaya tepat mengenai mata. “Bunyinya klikk,” tutur Inge. Sedangkan rasa ngilu dan panas yang kerap ditakutkan kebanyakan orang dari penggunaan alat ini, sama sekali tidak terasa.
Setelah diambil gambarnya, lanjut dia, komputer akan memproses hasil gambar dan mentransfernya ke monitor. Beberapa detik kemudian, muncul Iris Mata sang pasien, dan dokter Oha Muljono Mlr akan menjelaskan perihal gangguan yang ada di dalam tubuh pasien.
Fungsi dari pemeriksaan ini, adalah untuk medeteksi adanya penyakit di organ manusia, sejak dini. “Kalau sudah terdeteksi, titik penyakitnya bisa di minimalisir,” papar Inge. Sedangkan, lanjut dia, bila penyakitnya sudah memasuki tahap yang mencemaskan, bisa dilakukan penyembuhan.
Umumnya, dokter akan memberikan solusi seputar gaya hidup dan nutrisi yang layak dikonsumsi. “Yang jelas, metode pemeriksaan dan penyembuhan penyakit di sini, aman bagi tubuh manusia,” tandasnya.
Selain membuka layanan pemeriksaan Iridologi, klinik ini juga menyediakan terapi akupuntur. Terapi itu tidak hanya diberlakukan bagi penderita stoke saja, melainkan juga penderita minus.
Inge menuturkan bahwa terapi akupuntur itu bisa mengurangi minus dan plus mata. Rasa sakit yang ditimbulkan seperti digigit semut, sehingga, menurutnya, pasien tidak usah kuatir tentang nyeri itu. “Lama terapi adalah 15 hingga 20 menit,” ungkapnya, kemudian menambahkan bahwa intensitas terapi cukup dua sampai tiga kali dalam seminggu.
Ummu R. Siregar
Senin, 31 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
Assalam alaikum
Ummu, Saya ingin di Akupuntur dan Iriodology di Klinik Ijo Medika. Saya ingin tahu biaya nya untuk satun session Akup atau Iridiology ? dan apakah ada satu wadah bagi Saya untuk berkomunikasi dengan dokter Inge di sini atau
via e-mail ?
Fikri
Fikretios@gmail.com
Posting Komentar